Senin, 07 Februari 2011

PESTA FILM SOLO #2 MATIKAN TV MU !!!

hey there .

Tanggal 27-28 Januari 2011, diadakan festival film indie di Solo, tepatnya di teater arena Taman Budaya Surakarta (TBS)
berikut ini daftar film nya ::

1. Cheng-cheng Po
durasi : 18 menit
sutradara : B.W Purba Negara

menceritakan tentang perjuangan seorang anak bersama teman-temannya untuk membayar sekolah .. (jujur aja, aku nggak nonton film ini, hehehe)

2. FYI (For Your Info)
durasi : 12 menit
sutradara : Satrya Pinandita, Aisya Zalikha Putri, Glang Hendrianto

memberi informasi tentang kasus HIV/AIDS kepada masyarakat agar penderita HIV/AIDS berkurang, terutama di Jakarta (aku juga ngga sempet nonton, -___-)

3. Drama TV
durasi : 13 menit
sutradara : Noves Hendinansa

sepasang manusia hidup bersama, dan si pria hanya menghabiskan waktu untuk menonton TV tanpa pernah menggubris si wanita

4. Sandal Jepit
durasi : 15 menit
sutradara : Bani DK

bercerita tentang seseorang yang selalu kehilangan sandal jepitnya

5. Magenta
durasi : 25 menit
sutradara : Dwi Putri NW

Pratiwi, wanita perantauan, mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga di desa. Film adaptasi dari novel "Namaku Hiroko" (awalnya saya bingung sama ceritanya ini, hehe)

6. Nyarutang
durasi : 9,5 menit
sutradara : Asep Triyanto

bercerita tentang pemuda pengangguran yang menemukan dompet. Ia bimbang antara mengambil uangnya atau mengembalikannya, dan akhirnya ia mengembalikan dompet itu pada pemiliknya. (ceritanya kocak, haha)

7. Lastri
durasi : 14 menit
sutradara : Muhammad Bazargan / BW Purba Negara

bercerita tentang seorang istri yang ingin jadi TKW, tapi suaminya melarang karena ia khawatir akan keselamatan istrinya. Banyak amanat yang bisa diambil dari film ini, ada beberapa quote bagus juga
- Duit kui neg digoleki, dituruti terus yo ora bakal eneg enteke (uang itu kalau dicari, dituruti terus ya nggak ada habis-habisnya)
- Koe karo aku kui eneg neng pinggir kali sing bedo. Aku neng lor, koe neng kidul. Bar aku nyabrang menyang kidul nyusul koe, jebulane koe wes ra eneg, amargo koe nyebrang neng lor nggoleki aku. (kamu dan aku berada di sisi sungai yang berbeda. Aku di utara, kamu di selatan. Setelah aku menyeberang ke selatan menyusulmu, ternyata kamu sudah tidak ada karena kamu pergi ke utara untuk mencariku)

8. Mengapa Harus Diam ?
durasi : 17 menit
sutradara : Indri Rahmawati, M. Reggi Herlinda, Ridho Agung Nugraha


Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh seorang suami yang berprofesi sebagai polisi terhadap istrinya

9. Di Balik Sekat Centini
durasi : 20 menit
sutradara : Dymas Dwi Setia

Sebuah film yang menelusuri warisan budaya yang sangat berharga, yaitu Serat Centhini

10. Aku, Hidup, dan Bumi
durasi : 11 menit
sutradara : Asti Sholihah

Kota Bandung menghasilkan 6915m kubik sampah, yang sama dengan berat 100 ekor gajah. Mendaur ulang sampah menjadi solusi untuk mengurangi sampah.

11. Janji Jabrik
durasi : 22 menit
sutradara : Sujanti Janukepa

Jabrik adalah anak jalanan yang berjuang mengubah kehidupannya. Kerasnya kehidupan dan kebebasan, me menjadikannya positif terkena HIV. Di sisi lain, Jabrik mulai membina rumah tangga, sampai mempunyai seorang anak. Harapan untuk menjaga anaknya tumbuh dewasa menyalakan semangat hidup Jabrik.

12. Sarung Petarung
durasi : 15 menit
sutradara : Jason Iskandar, M. Ardhiata

mencari jawaban diantara mereka tentang kegunaan kondom dan relasinya dengan safe sex.

13. Srikandi
durasi : 17 menit
sutradara : BW Purba Negara

Lewat pemikiran serorang Srikandi (12 tahun) tercetus bagaimana seharusnya praktek kesetaraan gender itu. Lewat cerita bergambar yang dibuatnya untuk lomba CerGam anak-anak, Srikandi menggugat ketimpangan peran perempuan dan laki-laki yang dialaminya. Film ini merupakan bagian dari kurikulum pembelajaran kesetaraan gender.

14. Sekolah Tanpa Sekolah
durasi : 15 menit
sutradara : Novian Anata Putra

tentang pendidikan di negara kita

15. Kita Tak Benar-Benar Bicara
durasi : 17 menit
sutradara : Lintang Kemukus

Kesumpekkan hubungan yang dirasakan oleh Sarah. Sarah dan Bayu telah berhubungan selama 5 tahun. 5 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk bisa mengatakan "kita akhiri saja hubungan ini" ataupun waktu yang lama untuk benar-benar saling mengerti.

16. Maaf Bioskop Tutup
durasi : 18 menit
sutradara : Ardi Wilda Irawan

Berkisah mengenai bioskop Permata, salah satu bioskop tertua di Yogyakarta. Mulai dari kelahiran, kejayaan hingga menemui ajal. Sebuah potret ketidakberdayaan di tengah himpitan modernitas.

17. Harry Van Jogja
durasi : 16 menit
sutradara : Ismail Basbeth

Blasius Haryadi yang juga dikenal sebagai Harry van Jogja, adalah seorang tukang becak di Prawirotaman, Yogyakarta. Dia dikenal sebagai tukang becakk yang aktif menggunakan internet sejak tahun 90an

18. Inyong Teyeng
durasi : 15 menit
sutradara : Sangkanparan

Film dari Cilacap (Sangkanparan) tentang seorang wanita (saya nggak tau lebih lanjuut, nggak ngertii, nggak nonton sih, hehe)

19. Under the Tree
durasi : 01:40 (nggak tau jam ato menit yg ini -,-)
sutradara : Garin Nugroho

mengisahkan 3 sosok wanita bermasalah, yakni Maharani, Tian dan Dewi yang harus menentramkan dirinya dengan tinggal di Pantai Kuta, Bali

20. It's Not Raining Outside
durasi : 16 menit
sutradara : Yosep Anggi Noen

Hujan tak jadi datang .. bercertita tentang sebuah hubungan yang dingin. Ning dan Mur tak terlihat seperti layaknya sepasang kekasih yang jatuh cinta dan dilanda gejolak asmara. Mereka hadir sebagai sosok-sosok kesepian yang tak bahagia.

Label:

hold me now at 07.18
0 replies
i knew i love you before i met you

your only

love of your life
til death do us apart
be my first ... be my last
can we keep it a hush?

my loves

flowers
chocolates
your sweet talks
Widgets for Blogger

Friends

DLH-folio

Those Days

Tagboard


[ Copy this | Start New | Full Size ]